Selamat datang di kancah politik, seorang politikus berkomentar setelah ketentuan 30 persen perempuan dalam partai politik resmi berlaku di tahun 2008 ini. Sekalipun begitu, pada kenyataannya kehadiran perempuan dalam dunia politik saat ini masih sekadar pelengkap guna mencapai batas minimal 30 persen tersebut. Perempuan dianggap belum cukup punya kualitas untuk menjadi seorang calon legislatif. Benarkah demikian? Dunia politik memang relatif baru bagi sebagian perempuan, maka kehadirannya perlu mendapat dukungan agar jumlah dan kualitas bisa seiring sejalan. Jurnalis Rufiah Padijaya dan Dewi Setyarini melalui program Radio Jurnal Perempuan kali ini mengajak Anda untuk melihat lebih dekat perempuan yang jadi kandidat wakil rakyat pada pemilu tahun depan.
Sudah lama isu Kesehatan Reproduksi disuarakan. Tapi sudah lama pula gagasan untuk lebih memperhatikan kesehatan pekerja, utamanya perempuan, terbengkalai. Mengejar target produksi menjadi sebuah alasan perusahaan yang terdengar naif. Bukankah di balik itu para perempuan menanggung resiko? Ia punya rahim yang mesti dijaga demi kualitas keturunannya dan juga demi dirinya sendiri, ia juga butuh istirahat cukup baik tenaga dan pikiran usai melahirkan. Ia butuh menyusui anaknya, kehidupan baru yang dilahirkannya. Ia butuh penghasilan yang cukup demi sebuah kualitas kehidupan diri dan keluarga yang memadai. Dan karena hampir separuh harinya dihabiskan …
Pertengahan Agustus kemarin bisa jadi merupakan saat yang cukup penting bagi bagi dunia peradilan di Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk pertamakalinya melantik seorang hakim konstitusi perempuan, di antara 7 hakim lainnya. Dia adalah Maria Farida Indrati. Perempuan bersahaja ini sebelumnya menjadi dosen di Universitas Indonesia.
Kepada jurnalis Dewi Setyarini, Maria bercerita tentang bagaimana proses menjadi hakim dan kesibukannya setelah menjadi hakim kontitusi dan bagaimana rencana ke depan.