Meski bukan berprofesi sebagai guru, sekelompok anak muda, yang kebanyakan adalah perempuan, meluangkan waktu dan ilmunya. Seminggu sekali, secara bergantian mereka mengajar mata pelajaran setingkat SMP dan SMA. Warga belajarnya adalah anak-anak muda putus sekolah di kawasan ibukota. Dengan menumpang sebuah ruangan milik BPPK Budi Utomo di Jakarta Pusat, mereka secara sukarela mengajar demi kemajuan pendidikan anak-anak kaum marjinal. Itulah sekilas kegiatan relawan sebagai tutor tenaga pendidik.
Apa alasan mereka menjadi relawan? Lalu, apa yang mereka dapatkan dengan menjadi relawan? Kali ini, saya mengajak Anda untuk bertemu dengan 2 orang perempuan …
Perempuan ‘dianggap’ memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia bisnis terutama pada aspek sales atau penjualan dan marketing atau pemasaran. Karena faktor tersebutlah keberadaan Sales Promotion Girls atau perempuan yang bekerja sebagai penjual produk, yang lebih dikenal dengan istilah SPG, dibutuhkan. Selain dituntut untuk menguasai materi produk, oleh perusahaan mereka pun dituntut untuk berpenampilan semenarik mungkin. Namun bagaimana bila kadar tuntutan tersebut justru mengeksploitasi hak-hak SPG sebagai perempuan?
Kali ini, saya Dea Pranathania mengajak anda untuk membuka sisi lain kehidupan perempuan yang berprofesi sebagai SPG yang selama ini kerap tersembunyi dibalik …
Setiap tahun, kekerasan dalam rumah tangga (atau KDRT) meningkat. Berdasarkan data dari LBH APIK, terdapat 491 jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2002. Hampir seluruh korban adalah perempuan yang telah menikah, dan pelaku kekerasan adalah lelaki atau suami. Kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi merupakan yang tertinggi.
Menjadi korban KDRT memang pengalaman yang pahit untuk dialami dan diingat. Tetapi, bukan berarti hal itu menjadikan seseorang untuk terus bersedih meratapi pengalaman buruknya tersebut. Meski sebagai korban KDRT, nyatanya seorang perempuan tetap adalah subjek yang mampu membebaskan dirinya. Itulah yang dialami oleh seorang perempuan …
Masihkah Anda mengingatnya, perempuan muda itu… Jejaknya menghilang setelah ia mendatangi kantor Komando Distrik Militer di Sidoarjo, Jawa Timur untuk mempertanyakan nasib teman-temannya yang dipecat dari pekerjaan. Tak seorang kawanpun tahu keberadaannya. Sampai kemudian, ia ditemukan sudah tak bernyawa pada Mei ’93, 16 tahun yang lalu di sebuah semak-semak. Ia adalah Marsinah. Kematiannya menyakiti kawan-kawan dan keluarganya, melukai keadilan yang tengah diperjuangkan. Bahkan sampai kini, keadilan itu belum lagi menjadi miliknya, milik kita. Sejauh mana kita mampu mengingat Marsinah?
Satu Mei yang lalu mestinya menjadi hari yang membahagiakan bagi mereka. Hari kemenangan bagi mereka. Satu Mei mestinya menjadi hari di mana mereka mendapatkan arti yang sesungguhnya sebagai seorang pekerja. Kesejahteraan. Tapi apa yang bisa kita dapatkan dari tanggal Satu Mei, yang kita kenal sebagai hari Buruh Internasional atau May Day. Ternyata keadaan nyaris sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terutama bagi buruh PT Istana, Tangerang, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garmen. Ini adalah tahun kedua nasib mereka terombang-ambing. Di-PHK secara sepihak tanpa pesangon yang layak. Keputusan hukum yang berpihak pada …