<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Radio Jurnal Perempuan</title>
	<atom:link href="http://radio.jurnalperempuan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radio.jurnalperempuan.com</link>
	<description>Beta Version - Under Development</description>
	<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:48:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>test!</title>
		<link>http://radio.jurnalperempuan.com/2010/01/test/</link>
		<comments>http://radio.jurnalperempuan.com/2010/01/test/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 04:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaldi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radio.jurnalperempuan.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Eorum nisl facit autem claram modo. Nunc consuetudium legentis parum tempor odio. Facilisis facilisis feugiat in et ut. Molestie et legunt consectetuer lorem quam. In tempor tation elit me iis. 
Et duis lectorum quam est dolor. Legere nibh duis legere claritatem nobis. Veniam augue sed duis velit et. Claritas eorum nobis illum feugiat typi. In in nulla facer tation feugait. 
Quam luptatum diam soluta dynamicus ut. Hendrerit dolore gothica tincidunt molestie non. Quinta amet eodem notare ut typi. Odio decima quod iriure amet blandit. Id fiant ea modo insitam consequat. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eorum nisl facit autem claram modo. Nunc consuetudium legentis parum tempor odio. Facilisis facilisis feugiat in et ut. Molestie et legunt consectetuer lorem quam. In tempor tation elit me iis. </p>
<p>Et duis lectorum quam est dolor. Legere nibh duis legere claritatem nobis. Veniam augue sed duis velit et. Claritas eorum nobis illum feugiat typi. In in nulla facer tation feugait. </p>
<p>Quam luptatum diam soluta dynamicus ut. Hendrerit dolore gothica tincidunt molestie non. Quinta amet eodem notare ut typi. Odio decima quod iriure amet blandit. Id fiant ea modo insitam consequat. </p>
<p>Feugait assum putamus lobortis nam parum. Blandit dolore est aliquip cum ipsum. Nulla mutationem quam quod magna seacula. Mutationem minim tempor quam eorum demonstraverunt. Saepius ad tation quod illum ad. </p>
<p>Clari eodem euismod magna facilisis qui. Eu eum dolor wisi claritatem luptatum. Nulla processus blandit liber dynamicus habent. Eros augue anteposuerit formas consuetudium humanitatis. Euismod claritatem nam delenit dignissim eu. </p>
<p>Suscipit sequitur luptatum nunc legentis sit. Legentis dolore sed luptatum doming claritas. Decima consuetudium nisl quam placerat dignissim.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radio.jurnalperempuan.com/2010/01/test/feed/</wfw:commentRss>
<enclosure url="http://radio.jurnalperempuan.com/wp-content/uploads/2010/01/01-tubuhmu-membirutragis.mp3" length="6596216" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Eriyul, Kerja Keras yang Buahkan Hasil - RJP522</title>
		<link>http://radio.jurnalperempuan.com/2010/01/eriyul-kerja-keras-yang-buahkan-hasil-rjp522/</link>
		<comments>http://radio.jurnalperempuan.com/2010/01/eriyul-kerja-keras-yang-buahkan-hasil-rjp522/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 06:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewi Setyarini</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[eriyul]]></category>

		<category><![CDATA[usaha mandiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radio.jurnalperempuan.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi perempuan pelaku usaha mandiri tidak lah mudah. Masih banyak hambatan yang terbentang baik dari masyarakat maupun keluarga. Terlebih, di tengah situasi ekonomi seperti saat ini yang belum kunjung stabil. Namun, tak sedikit perempuan yang berjuang dan akhirnya berhasil menjadi pelaku usaha mandiri. Tak urung, peran pemerintah diharapkan mampu mendorong kaum perempuan supaya bisa maju dan mandiri. Berikut Program Radio Jurnal Perempuan, bersama Dian Trisnanti.  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object align="left" style="margin: 2px 10px;" width="145" height="155" data="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP522.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="src" value="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP522.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" /><param name="quality" value="high" /></object>Menjadi perempuan pelaku usaha mandiri tidak lah mudah. Masih banyak hambatan yang terbentang baik dari masyarakat maupun keluarga. Terlebih, di tengah situasi ekonomi seperti saat ini yang belum kunjung stabil. Namun, tak sedikit perempuan yang berjuang dan akhirnya berhasil menjadi pelaku usaha mandiri. Tak urung, peran pemerintah diharapkan mampu mendorong kaum perempuan supaya bisa maju dan mandiri. Berikut Program Radio Jurnal Perempuan, bersama Dian Trisnanti.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radio.jurnalperempuan.com/2010/01/eriyul-kerja-keras-yang-buahkan-hasil-rjp522/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Fira Basuki: Pengalaman Perempuan Sebagai Pekerja Media - RJP 508</title>
		<link>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/profil-fira-basuki-pengalaman-perempuan-sebagai-pekerja-media-rjp-508/</link>
		<comments>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/profil-fira-basuki-pengalaman-perempuan-sebagai-pekerja-media-rjp-508/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 16:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaldi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Media]]></category>

		<category><![CDATA[jurnalis]]></category>

		<category><![CDATA[media massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radio.jurnalperempuan.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Dulu media massa merupakan sebuah dunia yang didominasi oleh laki-laki. Tidak mengherankan kalau banyak media yang menjadikan perempuan sebagai objek atau sekedar komoditi bagi pembaca laki-laki. Di dunia, baru sekitar kurun waktu 50 tahunan ini perempuan dapat menikmati profesinya sebagai pekerja media (Jurnal Perempuan, edisi 28, hal. 4). Namun bukan berarti, seluruh media massa yang ada sekarang telah sensitif dan responsif terhadap kepentingan perempuan. Namun, fenomena meningkatnya jumlah perempuan di media, baik sebagai jurnalis maupun jajaran redaksi, adalah sesuatu yang mengagumkan dan pantas diberi dukungan.
Fira Basuki, ialah perempuan yang lama ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object align="left" style="margin: 2px 10px;" width="145" height="155" data="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP508.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="src" value="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP508.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" /><param name="quality" value="high" /></object>Dulu media massa merupakan sebuah dunia yang didominasi oleh laki-laki. Tidak mengherankan kalau banyak media yang menjadikan perempuan sebagai objek atau sekedar komoditi bagi pembaca laki-laki. Di dunia, baru sekitar kurun waktu 50 tahunan ini perempuan dapat menikmati profesinya sebagai pekerja media (Jurnal Perempuan, edisi 28, hal. 4). Namun bukan berarti, seluruh media massa yang ada sekarang telah sensitif dan responsif terhadap kepentingan perempuan. Namun, fenomena meningkatnya jumlah perempuan di media, baik sebagai jurnalis maupun jajaran redaksi, adalah sesuatu yang mengagumkan dan pantas diberi dukungan.</p>
<p>Fira Basuki, ialah perempuan yang lama bergelut dengan industri media. Kini, ia menjadi pemimpin redaksi majalah perempuan. Bersama saya, Nurdiyansah, kita simak bagaimanakah sosok Fira Basuki.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/profil-fira-basuki-pengalaman-perempuan-sebagai-pekerja-media-rjp-508/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan dan HIV/AIDS - RJP 507</title>
		<link>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/perempuan-dan-hivaids-rjp-507/</link>
		<comments>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/perempuan-dan-hivaids-rjp-507/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 16:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaldi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Kesehatan Reproduksi]]></category>

		<category><![CDATA[AIDS]]></category>

		<category><![CDATA[HIV]]></category>

		<category><![CDATA[ICAAP]]></category>

		<category><![CDATA[IDU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radio.jurnalperempuan.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tahun 2000, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang rentan terjangkit Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Di seluruh dunia, persebaran dan jumlah penderita HIV dan AIDS juga terus meningkat. Pengguna jarum suntik (atau Injected Drugs Users, yang biasa disingkat IDU), pekerja seks beserta klien dan pasangannya, buruh migran, narapidana, dan juga ibu rumah tangga, menjadi kelompok yang beresiko tertular HIV. Bagaimanakah sebetulnya permasalahan HIV dan AIDS? Ikuti wawancara Nurdiyansah, dengan para peserta kongres AIDS se-Asia-Pasifik (ICAAP) ke-9 yang dilaksanakan di Bali pada pertengahan Agustus berikut ini.
&#8220;Perempuan ternyata lebih mudah tertular HIV ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object align="left" style="margin: 2px 10px;" width="145" height="155" data="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP507.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="src" value="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP507.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" /><param name="quality" value="high" /></object>Setelah tahun 2000, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang rentan terjangkit Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Di seluruh dunia, persebaran dan jumlah penderita HIV dan AIDS juga terus meningkat. Pengguna jarum suntik (atau Injected Drugs Users, yang biasa disingkat IDU), pekerja seks beserta klien dan pasangannya, buruh migran, narapidana, dan juga ibu rumah tangga, menjadi kelompok yang beresiko tertular HIV. Bagaimanakah sebetulnya permasalahan HIV dan AIDS? Ikuti wawancara Nurdiyansah, dengan para peserta kongres AIDS se-Asia-Pasifik (ICAAP) ke-9 yang dilaksanakan di Bali pada pertengahan Agustus berikut ini.</p>
<p>&#8220;Perempuan ternyata lebih mudah tertular HIV dibandingkan laki-laki. Penyebabnya adalah faktor biologis, sosial-kultural, ekonomi, serta ketidakadilan dan ketidakseimbangan hubungan atau peran antara perempuan dan laki-laki. Saya berbincang tentang kondisi perempuan terkait HIV &#038; AIDS dengan aktivis perempuan yang berpartisipasi pada ICAAP, Esti Susanti Hudiono.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/perempuan-dan-hivaids-rjp-507/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan Ambon, Setelah 10 Tahun Pengungsian (2) - RJP 506</title>
		<link>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/perempuan-ambon-setelah-10-tahun-pengungsian-2-rjp-506/</link>
		<comments>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/perempuan-ambon-setelah-10-tahun-pengungsian-2-rjp-506/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 15:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaldi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IDP's dan Pengungsi]]></category>

		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap Perempuan (KtP)]]></category>

		<category><![CDATA[konflik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radio.jurnalperempuan.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[ Apa sesungguhnya yang terjadi di Ambon 10 tahun lalu, hingga kemudian tercetus konflik dan mengakibatkan gelombang pengungsian? Konon masalah agama yang menjadi pemicunya. Tapi catatan dari Kontras pada tahun 1999 lalu menyebut, konflik muncul salah satunya karena lemahnya sistem keamanan kita. Lepas dari apapun penyebabnya, perempuan di Ambon menerima akibat paling berat dari konflik yang pernah belangsung. Kondisi tanpa ruang pribadi di pengungsian, keterbatasan air yang bisa berujung pada rawannya kesehatan reproduksi, kekerasan fisik dan psikologis, dan menjadi kepala keluarga dalam keadaan yang terhimpit karena terbatasnya sumber pekerjaan, dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object align="left" style="margin: 2px 10px;" width="145" height="155" data="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP506.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="src" value="http://www.gcast.com/go/gcastplayer?xmlurl=http://www.gcast.com/u/YJP/RJP506.xml&amp;autoplay=no&amp;repeat=no&amp;colorChoice=0" /><param name="quality" value="high" /></object> Apa sesungguhnya yang terjadi di Ambon 10 tahun lalu, hingga kemudian tercetus konflik dan mengakibatkan gelombang pengungsian? Konon masalah agama yang menjadi pemicunya. Tapi catatan dari Kontras pada tahun 1999 lalu menyebut, konflik muncul salah satunya karena lemahnya sistem keamanan kita. Lepas dari apapun penyebabnya, perempuan di Ambon menerima akibat paling berat dari konflik yang pernah belangsung. Kondisi tanpa ruang pribadi di pengungsian, keterbatasan air yang bisa berujung pada rawannya kesehatan reproduksi, kekerasan fisik dan psikologis, dan menjadi kepala keluarga dalam keadaan yang terhimpit karena terbatasnya sumber pekerjaan, dan masalah-masalah lainnya. Program Radio Jurnal Perempuan kali ini masih membahas Perempuan Ambon, Setelah 10 Tahun Pengungsian, bersama Dewi Setyarini. </p>
<p>&#8220;Seandainya Ambon tidak bergolak, mungkin saat ini Syiah Arsyad masih berkumpul bersama suami dan keempat anaknya, lengkap. Mungkin di petang hari saat kedatangan saya di kamp Taman Hiburan Rakyat, Ambon, ia seharusnya tengah bercengkerama dengan tetangga-tetangganya baik yang muslim maupun non muslim. Tapi nyatanya Syiah masih berada di pengungsian ini, menepis keinginannya untuk kembali rumahnya di Talake&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radio.jurnalperempuan.com/2009/09/perempuan-ambon-setelah-10-tahun-pengungsian-2-rjp-506/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
