Perempuan dan HIV/AIDS - RJP 507
Setelah tahun 2000, Indonesia dinyatakan sebagai negara yang rentan terjangkit Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Di seluruh dunia, persebaran dan jumlah penderita HIV dan AIDS juga terus meningkat. Pengguna jarum suntik (atau Injected Drugs Users, yang biasa disingkat IDU), pekerja seks beserta klien dan pasangannya, buruh migran, narapidana, dan juga ibu rumah tangga, menjadi kelompok yang beresiko tertular HIV. Bagaimanakah sebetulnya permasalahan HIV dan AIDS? Ikuti wawancara Nurdiyansah, dengan para peserta kongres AIDS se-Asia-Pasifik (ICAAP) ke-9 yang dilaksanakan di Bali pada pertengahan Agustus berikut ini.
“Perempuan ternyata lebih mudah tertular HIV dibandingkan laki-laki. Penyebabnya adalah faktor biologis, sosial-kultural, ekonomi, serta ketidakadilan dan ketidakseimbangan hubungan atau peran antara perempuan dan laki-laki. Saya berbincang tentang kondisi perempuan terkait HIV & AIDS dengan aktivis perempuan yang berpartisipasi pada ICAAP, Esti Susanti Hudiono.”










HIV/AIDS is still a problem today despite huge medical advances, i am wondering if there would ever be a cure for this disease .
HIV is a nasty disease. Once you get it, there is no cure for it. Safe sex and abstinence is the only way to avoid getting it.
`ll“`
Leave your response!
Video YJP
Kategori
Kampanye
Arsip
Jaringan
jurnal perempuan