Perempuan Ambon, Setelah 10 tahun Pengungsian (1) – RJP 505
Tahun 1999, konflik sosial di Maluku terjadi dan menyebabkan ribuan orang kehilangan harta benda, pekerjaan, keluarga, rumah tinggal, lingkungan, dan bahkan nyawa anggota keluarganya. Anak-anak sekolah pun terhenti. Mereka menjadi pengungsi. Dalam laporan mengenai Perempuan Pengungsi yang diterbitkan oleh Komnas Perempuan tahun 2007 lalu, Bai Tualeka menggambarkan, pengungsian berlangsung melalui transportasi darat, laut dan udara, dan sebagian dengan berjalan kaki. Mereka kemudian tinggal di barak-barak milik TNI/Polri, di tempat-tempat ibadah, atau di bangunan-bangunan milik pemerintah.
Sepuluh tahun kini telah berselang, pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing, di antaranya juga pindah ke tempat-tempat yang disediakan pemerintah/relokasi, tapi tidak sedikit yang masih tetap berada di pengungsian. Pertengahan Juli kemarin, jurnalis Dewi Setyarini melihat langsung kondisi para perempuan yang masih bertahan di pengungsian dan melaporkannya untuk Program Radio Jurnal Perempuan. Pendengar berikut Perempun Ambon, Setelah 10 tahun Pengungsian.










Leave your response!