Minimnya Akses Kesehatan - RJP 503
Sebagian besar kematian perempuan disebabkan komplikasi karena hamil dan bersalin, termasuk perdarahan, infeksi, aborsi tidak aman dan tekanan darah tinggi. Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi di Indonesia masih tertinggi di Asia. Kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 307 per 100.000 kelahiran pada tahun 2003.
Banyak dari komplikasi tersebut mestinya dapat ditangani dan dicegah. Namun, di negeri kita, penanganan dan pencegahan terhadap penyakit belum maksimal. Terbatas nya jumlah puskesmas, rumah sakit pemerintah, dan tenaga dokter, serta mahalnya biaya kesehatan, mulai dari pemeriksaan, perawatan, penginapan, obat-obatan, dan teknologi kesehatan menjadi penyebabnya.
Salah satu dari sekian banyak pasien yang merasa kecewa atas mahalnya biaya kesehatan adalah Fitria. Kekecewaan tersirat diwajahnya ketika saya temui. Perempuan berusia 25 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta. Kini, ia harus menanggung beban keluarga. Ibunya meninggal akibat stroke.
SKTM (surat keterangan tidak mampu) seharusnya memberikan kemudahan bagi Ibunya untuk mendapat pertolongan atas stroke yang dideritanya. Namun, SKTM tinggallah surat tanpa kekuatan. Hingga bulan September tahun 2004 lalu menjadi saksi baginya bahwa di negara ini orang miskin dilarang sakit. Ibu Fitria tak tertolong. Sampai hari ini Fitria masih menyesalkan pengalaman pahitnya berhadapan dengan pihak rumah sakit yang tidak memberikan hak keluarganya sebagai pemegang atau SKTM.










Leave your response!