Home » Ekonomi, Lainnya

Kemiskinan Cina Benteng – RJP 482

30 March 2009 762 views No Comment

Tahun baru Imlek telah menjadi tradisi kaum Tionghoa. Imlek dimaknai sebagai hari berbagi rejeki dengan memberikan bungkusan merah yang diisi uang, dan dengan perayaan yang meriah. Gambaran Imlek yang penuh dengan kegembiraan seolah mengukuhkan anggapan bahwa etnis Tionghoa adalah orang-orang yang selalu mapan ekonominya dan sejahtera hidupnya. Nyatanya, etnis Tionghoa tidak selamanya demikian.

Pada masa pemerintahan Suharto, etnis Tionghoa dianggap sebagai warga Negara asing, padahal nenek moyang mereka telah menghuni Indonesia sejak beberapa abad lalu. Baru pada masa pemerintahan Gus Dur mereka diakui sebagai warga Negara Indonesia. Banyak juga warga Tionghoa yang hidup di bawah garis kemsikinan. Mereka bisa ditemui daerah pinggiran Tangerang. Orang-orang memenaggil mereka dengan sebutan Cina Benteng.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.