Kemiskinan Cina Benteng – RJP 482
Tahun baru Imlek telah menjadi tradisi kaum Tionghoa. Imlek dimaknai sebagai hari berbagi rejeki dengan memberikan bungkusan merah yang diisi uang, dan dengan perayaan yang meriah. Gambaran Imlek yang penuh dengan kegembiraan seolah mengukuhkan anggapan bahwa etnis Tionghoa adalah orang-orang yang selalu mapan ekonominya dan sejahtera hidupnya. Nyatanya, etnis Tionghoa tidak selamanya demikian.
Pada masa pemerintahan Suharto, etnis Tionghoa dianggap sebagai warga Negara asing, padahal nenek moyang mereka telah menghuni Indonesia sejak beberapa abad lalu. Baru pada masa pemerintahan Gus Dur mereka diakui sebagai warga Negara Indonesia. Banyak juga warga Tionghoa yang hidup di bawah garis kemsikinan. Mereka bisa ditemui daerah pinggiran Tangerang. Orang-orang memenaggil mereka dengan sebutan Cina Benteng.










Leave your response!