Home » Budaya

Tradisi Mudik – RJP 465

30 November 2008 513 views No Comment

Kampung halaman bagaikan sebuah lagu rindu yang terus memanggil-manggil. Ada orangtua dan sanak saudara yang mesti disambangi, ada masa lalu yang bisa dikenang. Sekalipun mungkin sudah tak ada lagi harapan.

Barangkali itulah sebabnya mengapa setiap kali lebaran, pulang ke kampung halaman atau mudik hampir menjadi sebuah kewajiban bagi seorang perantau. Tak peduli betapa repotnya, berebut tiket, berdesakan di dalam bis atau kereta, dan mahalnya biaya. Para pemudik bercerita kepada jurnalis Rufiah Padijaya tentang bagaimana persiapan mereka mudik dalam lebaran tahun ini.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.