Beside of Monas Tragedy – RJP 452
Kebinekaan kita telah cedera. Demikian tajuk sebuah harian menanggapi tragedi Monas pada 1 Juni 2008. Tepat di hari Kesaktian Pancasila, massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) ingin merayakannya dengan melakukan aksi damai. Sekitar ribuan orang berkumpul dari berbegai macam elemn masyarakat dan organisasi.
Belum lagi aksi dimulai, sekelompok massa yang lain dari Front Pembela Islam menyerang mereka. Pada saat itu, massa AKKBB kocar-kacir. Sebagian dari mereka berhasil lari dan menyelamatkan diri, tetapi sebagian yang lain harus menjadi korban penyerangan. Berdasarkan catatan, 70 orang mengalami luka-luka dan setidaknya tujuh orang harus masuk rumah sakit karena menderita luka parah. termasuk Guntur Romli, manajer program Yayasan Jurnal Perempuan. Yang lebih memprihatinkan, beberapa korbannya adalah perempuan, antara lain Saulina. Persis setelah kejadian, Saulina tidak langsung memberi kesaksiannya. Ada rasa takut dan trauma yang dialami Saulina dan juga korban-korban yang lain.
Bagaimana sebetulnya tragedi Monas itu? Dan bagaimana korban setelah kejadian tersebut? Berikut laporan Dewi Setyarini untuk Radio Jurnal Perempuan.










Leave your response!