Perempuan Sambas; Kembalilan Hutan Kami - RJP 442
Bicara nasib daerah Sambas adalah bicara nasib bumi dan hutan yang lalai diperhatikan. Di kabupaten yang terletak di Kalimantan Barat itu, hutan tak mudah lagi didapati, diganti oleh berhektar-hektar perkebunan kelapa sawit. Kedatangan para pengusaha kelapa sawit untuk membuka lahan di Sambas bukannya tanpa reaksi. Sudah banyak penolakan dari warga. Namun pengusaha kelapa sawit jalan terus. Disinyalir pejabat setempat menerbitkan Ijin Usaha Perkebunan (IUP) secara ilegal kepada beberapa perusahaan yang terbukti melanggar AMDAL. Maka sebagian wilayah Sambas pun berganti wajah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Hasilnya, apa yang dulu pernah dikhawatirkan terbukti sudah. Sambas kini akrab dengan banjir. Air pun tercemar dan keruh. Belum lagi warga Sambas mesti tercerabut dari mata pencahariannya : membuat rotan, berladang di hutan dan menoreh karet, pekerjaan-pekerjaan yang bersahabat dengan hutan. Kini, warga pula yang mesti menanggungkan akibatnya. Dan perempuan menanggungkan dua kali lipat besarnya. Perkebunan tidak mensejahterakan perempuan dan malahan menyebabkan mereka diekslpoitasi untuk bekerja dengan bayaran murah.
Berikut Dewi Setyarini mengajak Anda untuk melihat dari dekat kehidupan perempuan Sambas saat ini, berdasarkan laporan dari Eko Bambang Subiyantoro.










Leave your response!