KDRT menimpa PRT – RJP 441
“…Kini bagai malam tanpa cahaya bulan dan cerianya bintang. Hatiku menjerit. Tiap hari ku mengabdi. Di pagi buta harus bangun dan siap melayani tuanku. Hingga tengah malam baru bisa menarik napas lega. …. Jika aku berontak pasti bencana akan menimpaku. Tuanku pasti marah, memukulku. Dan disiksa tanpa ada yang membantuku. Karena aku hanya seorang babu. Aku tak berdaya. Pasrah agar tak dipulangkan.”
Itu adalah penggalan bait puisi yang ditulis oleh seorang seorang Pekerja Rumah Tangga bernama Jiati yang bekerja di Luar Negeri. Ternyata penderitaan itu juga banyak dialami oleh pekerja rumah tangga di dalam negeri.
Fitriana, perempuan muda asal Pekalongan pada suatu hari dituduh mencuri oleh majikannya, selanjutnya hanya karena tak mau mengaku, ia mengaku disekap selama dua hari. Kepada Dewi Setyarini dari Radio Jurnal Perempuan, Fitriana menceritakan kisahnya.










Leave your response!